Postingan

Sebelum Pagi Terulang Kembali: Korupsi, Sastra, dan Film

Satu bulan ke belakang, lembaga pemberantasan korupsi di negeri ini sedang mengalami pergolakan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Komisaris Jendral Budi Gunawan sebagai tersangka berdasarkan sejumlah alat bukti, diantaranya merupakan dokumen Laporan Hasil Keuangan (LHA) yang ditelusuri oleh Pusat Pelaporan dan Transaksi Analisis Keuangan (PPATK). Alih-alih menguak beberapa permasalahan korupsi di Indonesia, hal tersebut menjadi bumerang tersendiri bagi KPK. Pasca ditetapkannya Budi Gunawan sebagai tersangka oleh KPK, Wakil Ketua KPK, Bambang Widjoyanto ditangkap oleh Badan Resort Kriminal Polri. Beberapa lama setelah itu, Ketua Umum KPK, Abraham Samad juga ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian. Mengenai hal ini, penulis bertanya-tanya: ‘Sebenarnya, ada masalah apa dengan lembaga penegak hukum di negeri ini?’ Rasa kepercayaan masyarakat seakan-akan sedang diuji oleh polemik KPK dan Polri, tidak terkecuali mahasiswa. Sebagai elemen masyarakat yang dianuger...

Aku, Temanku, dan Sungai

Aku punya teman yang entah kapan dia sedikit melupakan apa itu namanya persahabatan Dulu, satu hari dalam seminggu selalu kami sempatkan waktu untuk sekedar menjadi tamu sungai, yang menjamu kami di atas batu Sungai, yang menjamu kami dengan gemericik air yang bening juga beberapa liukan ikan berenang selalu tertawa ketika kami mengunjunginya Sungai tidak marah, ketika aku dan temanku itu mengencinginya secara bersamaan atau mengotorinya Selepas siang, dimana senja menjelang datang Aku, temanku, dan sungai sedikit berbincang tentang kehidupan "Kalian terlalu congkak, sok ngomongin hidup," begitu kata sungai, aku dan temanku hanya menertawainya "Namun, aku yakin, kalian akan jadi teman yang tidak akan saling melupakan." begitu lanjutnya Sudah lama sekali ternyata keakraban tidak seperti dulu pernyataan sungai yang sering terngiang itu membuatku ragu Kini, temanku sering bermain dengan burungdaranya dan aku, enggan ikut memainkan burung...

Sembilan Kata

Manusia hanya berkata. Hingga, mereka mengetahui seperti apa takdirnya. 

Doa

Jika lelah sama sepertiku yang merupakan ciptaMu, Tuhan: Tolong Kau jadikan ia bukan sebagai ujian. Jadikan lelahku sebagai sesuatu yang kurasa sebagai anugerah. Sehingga aku bisa bersamanya tanpa mengeluhkannya. Kau akan mengabulkannya, bukan?

Soe Wan Tie

Sudah tiga tahun semenjak aku bertemu denganmu. Tidak pernah ada yang berbeda. Entah jika nanti kita sudah sarjana, magister, doktor, profesor, atau almarhum. Akan berubah, tidak seperti  ini lagi? Kurasa tidak. Bandung, Agustus 2014

Perempuan di Mata Ibu

Malam itu hampir pagi, Ibuku masih terjaga, demikian pula aku. "Ibu, bagaimana jika aku menyukai seorang perempuan? Apakah Ibu ikhlas jika nanti baktiku jadi berkurang?" Begitu tanyaku, saat Ibu sedang asyik menulis di buku. Ibu berhenti menulis, suasana tetiba penuh pertanyaan. Demikian pula malam, gelapnya memberikan pertanyaan pada mereka yang tidak terserang rasa kantuk. Ibu menarik nafas panjang. Aku mulai rebahan di pangkuannya. ".... Kamu tahu warna, nak? Gelapnya malam ini, kemudian cerahnya pagi, dilanjutkan dengan terangnya siang, lalu sendunya petang, dan balik lagi ke gelapnya malam. Kau tahu, nak?" Ibu menarik nafas lagi, sembari memejamkan matanya sejenak. ".... Ketika kamu menyukai seorang perempuan, banyak waktumu tersita karenanya, apalagi jika kamu dan dia, yang entah siapa namanya, saling menyukai. Saat itu warna dari hidupmu akan berkurang sedikit demi sedikit, hidupmu terlalu indah nanti jika dikurangi warnanya, Nak." Ak...

Pengakuan Kucing

Sebenarnya, selama ini aku punya kekalutan yang ingin kuutarakan Jangan salahkan jika sekarang ada ketidakenakan di sudut jalan yang selalu kau lewati ketika hendak pulang Karena dulu serambi ini begitu hijau dipenuhi rumput yang berjejer rapi yang tak pernah merasa dikibuli Tetapi, itu dulu ya, dulu Sekarang, pasir pun tidak tersisa sehingga aku bingung meletakan malu-ku dimana Jadi, jangan salahkan jika sekarang ada ketidakenakan di sudut jalan yang selalu kau lewati ketika hendak pulang Karena, aku telah kehilangan tempat paling nyaman ketika membuang kotoran Jakarta, Oktober 2014