Aku rindu sungguh rindu Saat mengajakmu menikmati resah Dengan lirihnya kau bernyanyi Menghilangkan penantian yang bosan Menyanyikan nyanyian sakral tentang surga Ya surga itu Semoga kita nanti bisa mengulangi hal-hal indah di sana
Ketika mengetahui bahwa Teater Pagupon membuka pintu selebar-lebarnya bagi mereka yang percaya pada kebebasan berkreasi, saya berikrar: kelak, akan mencoba jadi sutradara di sana. Setelah melewati beberapa etape, kesempatan itu datang. Apa yang dipilih dengan segala pertimbangan ternyata menghasilkan banyak konsekuensi, yang akhirnya tetap berujung pada satu hal: pementasan. Berkali-kali saya jatuh cinta pada berbagai naskah, akhirnya pilihan jatuh pada Pintu Tertutup -nya Sartre. Secara sederhana, Pintu Tertutup berkisah soal jalinan cinta segitiga antara Estelle, Garcin, dan Inez. Akan tetapi, jika melihat naskah tersebut melalui sudut pandang kepengarangan, kita akan melihat bagaimana pemikiran Sartre hadir di sana (saya pernah sedikit membahas ini di sini ). Dalam pada itu, kita tidak boleh melupakan bagaimana eksistensialisme hadir dalam Pintu Tertutup . Bagaimana masing-masing tokoh melakukan apa yang mereka inginkan, tentu dengan mempertanggungjawabkan seg...
Halo, Bari. Hari ini udah ngetik berapa halaman? Masih segitu-gitu aja, deh, kalo diperhatiin. Gak nambah. Katanya pengen nyenengin Umi? Ngasih kado istimewa pas beliau ulang tahun? Jadi? Apa mau ditunda lagi? Katanya pengen pergi dari kampus secara baik-baik? Lu dateng baik-baik, kan? Ayodong! Bismillahirrahmanirrahim. Katanya mau bikin skripsi? Biar orang-orang gak kecewa sama apa yang udah lu lakuin? Apa mau diubah? Lu mau bikin orang-orang kecewa dengan gak nyelesein skripsi? Barusan typo, ya? Skripsu? Skripsi asu. Jangan kesel-kesel. Kalem. Semua punya alasan, Bari: lu, studi lu, radhit - adek lu, umi, de fiki, amel, kak ghira, kak nadra, kak fadli, faros, de uti jangan lupa. Mereka ada bukan ujug-ujug ada. Mereka tau lu punya urusan dan mereka siap bantu nyelesein urusan lu. Mereka siap ada. Mereka gak akan ngelibatin lu ke urusan yang lain kalo emang urusan lu belum selesai. Mereka seneng, udah hampir dua bulan lu ada di rumah. Percaya deh, Bari. Udah lama kan, lu, gak d...
Komentar
Posting Komentar