Aku, Temanku, dan Sungai
Aku punya teman
yang entah kapan
dia sedikit melupakan
apa itu
namanya persahabatan
Dulu, satu hari dalam seminggu
selalu kami sempatkan waktu
untuk sekedar menjadi tamu
sungai,
yang menjamu kami di atas batu
Sungai, yang menjamu kami
dengan gemericik air yang bening
juga beberapa liukan ikan berenang
selalu tertawa ketika kami mengunjunginya
Sungai tidak marah, ketika aku dan temanku itu
mengencinginya secara bersamaan
atau mengotorinya
Selepas siang,
dimana senja menjelang datang
Aku, temanku, dan sungai
sedikit berbincang
tentang kehidupan
"Kalian terlalu congkak, sok ngomongin hidup,"
begitu kata sungai, aku dan temanku
hanya menertawainya
"Namun, aku yakin, kalian akan jadi teman yang tidak
akan saling melupakan." begitu lanjutnya
Sudah lama sekali ternyata
keakraban tidak seperti dulu
pernyataan sungai yang sering terngiang itu
membuatku ragu
Kini,
temanku sering bermain dengan burungdaranya
dan aku, enggan ikut memainkan burungdara bersamanya
lebih memilih naik pohon kelapa hingga merasa
sedang merasa di puncak dunia
Sampai sekarang, aku belum berani menyimpulkan
entah aku, temanku, atau sungai
yang membuat semuanya berubah
yang pasti, aku yakin
pertemananku dengan temanku tidak akan sampai di sini saja
yang entah kapan
dia sedikit melupakan
apa itu
namanya persahabatan
Dulu, satu hari dalam seminggu
selalu kami sempatkan waktu
untuk sekedar menjadi tamu
sungai,
yang menjamu kami di atas batu
Sungai, yang menjamu kami
dengan gemericik air yang bening
juga beberapa liukan ikan berenang
selalu tertawa ketika kami mengunjunginya
Sungai tidak marah, ketika aku dan temanku itu
mengencinginya secara bersamaan
atau mengotorinya
Selepas siang,
dimana senja menjelang datang
Aku, temanku, dan sungai
sedikit berbincang
tentang kehidupan
"Kalian terlalu congkak, sok ngomongin hidup,"
begitu kata sungai, aku dan temanku
hanya menertawainya
"Namun, aku yakin, kalian akan jadi teman yang tidak
akan saling melupakan." begitu lanjutnya
Sudah lama sekali ternyata
keakraban tidak seperti dulu
pernyataan sungai yang sering terngiang itu
membuatku ragu
Kini,
temanku sering bermain dengan burungdaranya
dan aku, enggan ikut memainkan burungdara bersamanya
lebih memilih naik pohon kelapa hingga merasa
sedang merasa di puncak dunia
Sampai sekarang, aku belum berani menyimpulkan
entah aku, temanku, atau sungai
yang membuat semuanya berubah
yang pasti, aku yakin
pertemananku dengan temanku tidak akan sampai di sini saja
Komentar
Posting Komentar