Postingan

Doa

Jika lelah sama sepertiku yang merupakan ciptaMu, Tuhan: Tolong Kau jadikan ia bukan sebagai ujian. Jadikan lelahku sebagai sesuatu yang kurasa sebagai anugerah. Sehingga aku bisa bersamanya tanpa mengeluhkannya. Kau akan mengabulkannya, bukan?

Soe Wan Tie

Sudah tiga tahun semenjak aku bertemu denganmu. Tidak pernah ada yang berbeda. Entah jika nanti kita sudah sarjana, magister, doktor, profesor, atau almarhum. Akan berubah, tidak seperti  ini lagi? Kurasa tidak. Bandung, Agustus 2014

Perempuan di Mata Ibu

Malam itu hampir pagi, Ibuku masih terjaga, demikian pula aku. "Ibu, bagaimana jika aku menyukai seorang perempuan? Apakah Ibu ikhlas jika nanti baktiku jadi berkurang?" Begitu tanyaku, saat Ibu sedang asyik menulis di buku. Ibu berhenti menulis, suasana tetiba penuh pertanyaan. Demikian pula malam, gelapnya memberikan pertanyaan pada mereka yang tidak terserang rasa kantuk. Ibu menarik nafas panjang. Aku mulai rebahan di pangkuannya. ".... Kamu tahu warna, nak? Gelapnya malam ini, kemudian cerahnya pagi, dilanjutkan dengan terangnya siang, lalu sendunya petang, dan balik lagi ke gelapnya malam. Kau tahu, nak?" Ibu menarik nafas lagi, sembari memejamkan matanya sejenak. ".... Ketika kamu menyukai seorang perempuan, banyak waktumu tersita karenanya, apalagi jika kamu dan dia, yang entah siapa namanya, saling menyukai. Saat itu warna dari hidupmu akan berkurang sedikit demi sedikit, hidupmu terlalu indah nanti jika dikurangi warnanya, Nak." Ak...

Pengakuan Kucing

Sebenarnya, selama ini aku punya kekalutan yang ingin kuutarakan Jangan salahkan jika sekarang ada ketidakenakan di sudut jalan yang selalu kau lewati ketika hendak pulang Karena dulu serambi ini begitu hijau dipenuhi rumput yang berjejer rapi yang tak pernah merasa dikibuli Tetapi, itu dulu ya, dulu Sekarang, pasir pun tidak tersisa sehingga aku bingung meletakan malu-ku dimana Jadi, jangan salahkan jika sekarang ada ketidakenakan di sudut jalan yang selalu kau lewati ketika hendak pulang Karena, aku telah kehilangan tempat paling nyaman ketika membuang kotoran Jakarta, Oktober 2014

Kepada Bunga

Kepada Bunga: Ada masa dimana kita akan bersama. Merajut kisah seperti prosa, memilah diksi untuk berpuisi, menjadi lakon bersama dalam sebuah panggung sandiwara, menentukan noktah pada susunan nada, atau menggerayangi semesta hingga menjadi diorama. Kepada Bunga: Frasa milik kita yang sering berterbangan akan membentuk kata, lalu kalimat, kemudian paragraf, dan akan berakhir menjadi sebuah cerita. Setelah cerita terbentuk, kita akan menjadi tuhan dalam karya yang telah kita buat. Kepada Bunga: Saat ini adegan yang kita susun belum sepenuhnya sempurna. Aku masih seekor lebah yang belum punya usia, dan kau, sudah menjadi bunga yang akan seterusnya mempesona. Aku akan mematangkan dulu diriku, untuk bersimbiosis denganmu. Saat semua itu telah terlaksana, aku yakin Epos Ramayana pun hanyalah kisah sederhana yang tidak akan melebihi roman yang akan kita jalani. Kepada Bunga: Saat ini, inginku, kamu selalu mekar menebarkan keramahan. Jakarta, 02 Oktober 2014

Jepret dan Jebret

Sebercak jepret dilepaskan, geraknya cepat laksana hujaman pandang mata, yang sinis; "Jepret!" Kemudian sepasang insan terpampang gambarnya siap dicetak untuk dipajang. Lakon asli sepasang insan itu tersenyum membayangkan sosok mereka telah terlukis Sebagaimana harap mereka yang hadir kembali setelah lama terkikis Sehari, sebulan, setahun Gambar itu bertahan di kamar tidur masingmasing dari mereka Lakon asli dalam gambar itu Tetapi, di tahun kedua Murka Tuhan menghadirkan bencana kuasanya membuat legenda yang dipercaya fana Termasuk gambar dari sepasang insan yang selalu mereka puja "Jebret!" Begitu suaranya ketika gambar itu jatuh kemudian rusak.

Pilihan Berjalan

Berjalan kadang memancing neuron dalam pikiran Mengoral halhal kecil memberontak Untuk ikut diperhatikan Sebagaimana hal besar yang selalu jadi acuan Hal kecil pun demikian Pasti bosan jika selalu disepelekan Dan adakalanya ketika Berjalan yang kadang memancing neuron dalam pikiran Kau akan menemukan tikungan Saat itu ada kiri dan kanan Jika kau bertanya akan kupilih mana tikungan itu Dengan yakin akan kupilih; Kiri. Karena kanan katanya milik mereka yang benar Karena kanan katanya milik mereka yang punya acuan Karena kanan katanya milik mereka yang siap melakukan perubahan Karena aku enggan ada di persimpangan jalan Jakarta, 13 September 2014