Kepada Bunga

Kepada Bunga:

Ada masa dimana kita akan bersama. Merajut kisah seperti prosa, memilah diksi untuk berpuisi, menjadi lakon bersama dalam sebuah panggung sandiwara, menentukan noktah pada susunan nada, atau menggerayangi semesta hingga menjadi diorama.

Kepada Bunga:

Frasa milik kita yang sering berterbangan akan membentuk kata, lalu kalimat, kemudian paragraf, dan akan berakhir menjadi sebuah cerita. Setelah cerita terbentuk, kita akan menjadi tuhan dalam karya yang telah kita buat.

Kepada Bunga:

Saat ini adegan yang kita susun belum sepenuhnya sempurna. Aku masih seekor lebah yang belum punya usia, dan kau, sudah menjadi bunga yang akan seterusnya mempesona. Aku akan mematangkan dulu diriku, untuk bersimbiosis denganmu. Saat semua itu telah terlaksana, aku yakin Epos Ramayana pun hanyalah kisah sederhana yang tidak akan melebihi roman yang akan kita jalani.

Kepada Bunga:

Saat ini, inginku, kamu selalu mekar menebarkan keramahan.

Jakarta, 02 Oktober 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pulang

Memang Demikian Harusnya

20220102