Postingan

Mozaik Ayah

Ustadz Teladan Itu Meninggalkan Kita Entah apa yang harus dikata. Aku hanya mengirim doa dan sms kepada istrinya bahwa ustadz teladan dan hamba Allah yang sholeh ini telah dipanggil ke sisiNya. Ustadz Maryadi sahabat akrabku itu telah meninggalkan kita semua, khususnya keluarga besar Pesantren Husnayain, Jumat, 5 September 2012 siang tadi. Allahumagfirlahu warhamhu waafihi wafuanhu wajalil jannata maswahu. Ya Allah ampunilah dosanya, sayangilah dia, jagalah dia dan ampunilah dia, dan jadikanlah al Jannah sebagai tempat kediamannya. Ustadz Maryadi Mamat Kewang begitu nama lengkapnya. Ia lahir 10 Maret 1962. Asli Betawi dan mempunyai garis keturunan kiyai dari orang tuanya. Bagiku ia adalah salah satu teladan terbaik guru di masa kini. Lebih dari 10 tahun hidupnya ia abdikan untuk mendidik santri-santri nun jauh di sana, di Sukabumi. Di sebuah lereng pegunungan Salak yang dikelilingi kebun teh. Perjalanan ke pesantren Sukabumi itu, bila lancar membutuhkan waktu minimal tiga ...

Dialog Epilog

Engga maksud buat meratap, atu menyalahkan. Ini Cuma kenangan, silahkan disimak. A: Abi (Ayah) S: Ahmad (Saya) A: mad? S: kenapa bi? A: akhir-akhir ini kamu beda, kenapa kamu mad? S: beda gimana? Biasa aja juga. A: iya, kamu diem melulu kaya orang gagu, terus kalo ngejawab pertanyaan abi ketus banget, kaya yang ga ikhlas. S: ah itu mah cuma perasaan abi aja kali. A: kamu bosen ya disini? S: ah engga, biasa aja. A: bersyukur aja mad, ini rumah kita, emang baru begini adanya, S: pasti lah bi itu mah. A: ya semuanya pasti kita bisa selesaiin rame-rame ko, Allah juga pasti ngebantu, asal kita ikhlas. S: iya bi, ahmad tau. A: yaa kalo kamu bosen kamu bisa silaturahmi keluar rumah, banyak saudara-saudara kamu disini, ada ka nano yang lagi sakit, ada ayah mansuri yang udah berumur di kulon juga masih banyak deh, kalo mau abi temenin deh? S: engga ah bi, males. A: kenapa males? S: deket juga kagak, mau ngapain lagian juga? A: yaa silaturahmi, hati ka...

Pelajaran Pertama

Al-haditsul awal. An Amiril mu’minin abii Hafs, umar ibnu khatab rhadiallahu’anhu qalaa : Sami’tu Rasulullahusholallahu a’laihiwasalam yaquluu :  “Innamal a’mallu binniyat. Wa innamall likulimri’inmana’u faman kanat hijratuuhu illallahi wa rasullihi. Fahijratuuhu illallahi wa rasullihi. Wa man kanat hijratuuhu lidunyaa yuusibuhaa awimraa’atin yan kihuha. Fahijratuuhu maa hajaraa illaihi” Hadist pertama. Dari pemimpin orang-orang mukmin. Bapaknya Hafs, Umar ibnu Khatab (mudah-mudahan Allah merhidainya) Ia telah berkata: “ aku pernah mendengar Rasulullah salallahualaihi wassalam berkata”: “ Sesungguhnya segala perbuatan(amal) tergantung niatnya. Dan sesungguhnya segala urusan tergantung kepada apa yang diniatkan. Barang siapa yang ditujukan niatnya untuk Allah dan RasulNya, maka akan sampai pada Allah dan RasulNya. Barang siapa yang tujuannya karena dunia yang ia cari atau untuk wanita/pasangan hidup yang ia ingin nikahi maka, hasil amal perbuatannya itu paling ju...

A Letter from Heaven

Bismillahirraahmanirrahim Istriku dan Anak-anakku yang sangat kukasihi. Telah banyak saudara dan teman Abi yang berpulang ke rahmatullah. Abi sendiri rasanya tinggal menunggu giliran. Keinginan Abi, tentunya, Allah memberi umur panjang kepada Abi, sehingga Abi bisa menghantarkan kalian kepada kemandirian sikap, kepada saat-saat dimana kalian bisa dikatakan sudah dewasa dalam arti yang seluas-luasnya. Tetapi… Kita tidak pernah tahu berapa jatah umur yang Allah berikan kepada masing-masing dari kita, kepada Abi, kepada Ummi, dan kepada yang lain. Yang pasti saat ini umur Abi sudah hampir setengah abad (49 tahun). Dibandingkan dengan umur Nabi, hanya berbeda 14 tahun. Itulah sisa umur yang masih ada jika memang begitu yang Allah takdirkan.  Kemungkinan kurang atau lebih dari umur Nabi tetap ada. Hanya saja, lagi-lagi, kita tidak pernah tahu berapa yang tersisa. Yang tahu hanya Dia Yang menjadikan kita ada dari ketiadaan untuk kembali kepada ketiadaan lagi. Sementara… Beba...