Terinspirasi dari 25 gerai makanan dan minuman di Kantin Sastra Entah sebuah kebetulan atau tidak, aku selalu terikat dengan apapun yang berjumlah dua puluh lima. Begitu juga tulisan ini, sengaja aku tulis karena usiaku genap memasuki angka dua puluh lima. Beberapa bulan sebelum usiaku genap dua puluh lima, aku masih berada jauh dari sini. Jauh. Jauh sekali. Entah takdir apa yang membawaku hingga sanggup terbang ke tempat berbentuk bundar ini, dengan dua puluh lima rak-rak berisi makanan beserta penjaganya yang berbeda-beda. Aku juga selalu ingat bahwa di atas beberapa rak-rak yang berjejer rapi mengelilingi tempat berbentuk bundar ini, terdapat mesin yang kukenal mampu mencabut nyawaku tanpa sedikitpun mengizinkanku untuk mengucapkan salam perpisahan pada dunia sedikitpun, sepatah katapun. Aku bermigrasi bersama kawananku. Berjumlah lima kepala regu, aku adalah salah satunya, dengan masing-masing empat anggota regu. Sampai tulisan ini ditulis, sebenarnya aku tidak ...
Komentar
Posting Komentar