Aku rindu sungguh rindu Saat mengajakmu menikmati resah Dengan lirihnya kau bernyanyi Menghilangkan penantian yang bosan Menyanyikan nyanyian sakral tentang surga Ya surga itu Semoga kita nanti bisa mengulangi hal-hal indah di sana
Ia baru saja turun dari motor, memesan segelas kopi, kemudian duduk di sebelahku. Dagangannya hampir habis. Beberapa roti masih berjejer di etalase yang nangkring di jok belakang motornya. Memang cukup lezat. Apalagi jika memakannya pada sore hari. Aku dan Ibu kadang beli ketika ingin ngemil dan di rumah sedang tidak ada apa-apa. Ini bukan roti yang biasa dijual di swalayan atau supermarket. Bukan juga roti yang sering memasang iklannya di televisi. Ini roti hasil industri rumahan di kelurahan kami. Banyak terigu dijual murah dari sisa produksi pabrik. Oleh warga, bahan tersebut diolah kembali menjadi roti beraneka rasa yang jadi ciri khas kelurahan kami. Produknya sudah terkenal dari satu kelurahan ke kelurahan lain, bahkan kota lain. Tidak heran jika nama kelurahan kami adalah Kampung Roti. Ibu bilang, itu berawal dari 30 tahun yang lalu, ketika aku belum lahir. Tidak ada penjelasan lebih lanjut. Kadang ketika memikirkannya aku merasa aneh, kota tempatku tinggal dapat dibilang s...
Siang itu di pelataran kantin kampus sekumpulan anak muda saling mengumpat, di antara umpatan-umpatan itu terdapat bumbu-bumbu tawa yang dosisnya melebihi kata seberapa. Entah komposisi apa yang mereka buat untuk membangun dialog dalam perkumpulan tersebut. Sementara itu, dua petugas kebersihan asik beristirahat di bawah pohon rindang. Sesekali mereka ikut tertawa memeratikan kelakuan para anak muda pencari ilmu di laboratorium pengetahuan ini, mereka ikut tertawa di tengah umpatan-umpatan anak-anak muda di seberang meraka. Kemudian seseorang dari petugas kebersihan itu berkata, "Tahukah kau, bahwa ada sebagaian kecil ruh Tuhan dalam diri kita?" Petugas kebersihan yang satu lagi hanya diam. Sadar bahwa lawan bicaranya hanya diam, petugas yang tadi berbicara melanjutkan perkataannya, .... ketika diri kita - manusia - mengumpat apapun yang ingin diumpatnya, maka Tuhan telah mengumpat apapun yang diciptakannya... .... Demikian pula ketika manusia mengumpat Tuhannya. S...
Komentar
Posting Komentar