Hargailah proses

Siang itu mega mendung
memayung
Batu dan tanah asik bersanding
berduaan

Batu yang diam
membuat tanah tak tahan
Diajaknya batu berbincang
"Untuk apa kamu berada disini, disampingku?"

Batu tetap diam
Membatu
Kemudian menatap tajam mata tanah
tak dijawab pertanyaan tanah

Tanah tak menyerah
ia kembali berbicara
"Kau tahu bagaimana manusia diciptakan?
ia bermula dari diriku yang segumpal
kemudian berubah menjadi cairan
yang ditanam dalam rahim seseorang
berjenis kelamin perempuan
yang kekuatannya sangat sulit ditandingkan"

Tanah kelelahan
batu tidak bergeming
apalagi menggumam
Tanah tetap tidak mau
menerima kekalahan
mulutnya kembali menggumam
"Setelah lahir 
dari rahim bernama perempuan
Manusia tumbuh dan berkembang
menerima banyak pelajaran
pengalaman, angka, huruf
guru, teman, kesibukan..."

Tanah menarik nafas panjang
Menunggu batu
mengucapkan tanggapan
Sedangkan batu tetap diam
Tanah tak tahan
ia membentak
"Realitas itu kejam!
membuat orang memiliki kesibukan
melupakan nyonya, melupakan tuan
bergerak untuk kepuasan
diri sendiri....
Begitu pula kamu yang hanya diam
padahal setiap hari 
bersandingan
Kena panas, angin, air hujan
bersamaan
Tak bisakah kamu mengucapkan
sepatah kata
Kepadaku yang selalu berada 
di sampingmu?"

Dilumurinya batu tersebut
dengan sebagian dari dirinya
Batu tetap diam
dengan tatapan tajam terbakar
Tak berbicara

Seketika ada sekumpulan orang
Berjalan sambil berbincang
Tentang kehidupan sekarang
Pencapaian, kesuksesan, kegagalan
sedih, senang
Tak jelas apa yang mereka bicarakan
Hingga ada seseorang
yang lumayan jelas mengatakan
"Hargailah proses..."

Komentar

  1. nulis terus, mad! haha aku suka baca tulisanmu xD

    BalasHapus
  2. Yomaan, bikin proyek lah kapan-kapan iksi 13.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alur Perjalanan Seorang Tukang Roti Keliling

Memang Demikian Harusnya

Soe Wan Tie